Langsung ke konten utama
Bagikan:
Berita Utama

RSUD M. Natsir Hadirkan Inovasi "SI PADEK" untuk Meningkatkan Edukasi Perawatan Kaki Pasien Diabetes

3 Juli 2026Admin RSUDMNATSIR54 kali dibaca2 menit baca
RSUD M. Natsir Hadirkan Inovasi "SI PADEK" untuk Meningkatkan Edukasi Perawatan Kaki Pasien Diabetes

Solok – Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang promotif dan preventif, RSUD M. Natsir menghadirkan inovasi SI PADEK (Sistem PerawatAn dan Edukasi Kaki Pasien Diabetes Mellitus). Inovasi yang dikembangkan oleh Bidang Keperawatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai pentingnya perawatan kaki serta senam kaki diabetes sebagai upaya mencegah terjadinya komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien.

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan jumlah penderita yang terus meningkat setiap tahun. Selain menjaga kadar gula darah tetap terkendali, pasien diabetes juga perlu memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan kaki. Kurangnya perawatan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti luka diabetik, infeksi, hingga amputasi yang berdampak besar terhadap kualitas hidup pasien. Kondisi tersebut mendorong RSUD M. Natsir untuk menghadirkan media edukasi yang lebih efektif, mudah dipahami, dan dapat diakses secara berkelanjutan.

SI PADEK mulai diuji coba pada April 2025 dan diimplementasikan secara penuh sejak Mei 2025. Melalui inovasi ini, pasien dan keluarga mendapatkan edukasi mengenai teknik perawatan kaki diabetes serta latihan senam kaki yang benar sebagai bagian dari upaya pencegahan komplikasi. Materi edukasi disampaikan secara langsung oleh perawat dan didukung dengan media leaflet serta video edukasi yang dapat diakses melalui barcode atau QR Code yang tersedia di berbagai lokasi strategis di lingkungan rumah sakit. Dengan memanfaatkan teknologi digital, pasien dapat mempelajari kembali materi edukasi kapan saja, baik selama menjalani perawatan maupun setelah kembali ke rumah.

Pelaksanaan SI PADEK diawali dengan identifikasi pasien Diabetes Mellitus yang menjalani perawatan di ruang rawat inap. Selanjutnya, perawat memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai langkah-langkah perawatan kaki, cara mengenali tanda-tanda awal komplikasi, serta teknik melakukan senam kaki diabetes untuk menjaga sirkulasi darah dan kesehatan jaringan. Setelah proses edukasi selesai, dilakukan evaluasi guna memastikan pasien dan keluarga memahami materi yang telah diberikan serta mampu menerapkannya secara mandiri.

Selain memberikan manfaat bagi pasien, SI PADEK juga memperkuat peran tenaga keperawatan sebagai edukator kesehatan. Kehadiran media edukasi yang terstruktur dan mudah diakses membuat proses penyampaian informasi menjadi lebih efektif, konsisten, dan berkesinambungan. Perawat dapat memberikan edukasi dengan materi yang seragam sehingga kualitas pelayanan kepada pasien semakin meningkat.

Sejak diterapkan, SI PADEK memperoleh respons positif dari pasien dan keluarga. Hingga Mei 2026, inovasi ini telah dimanfaatkan oleh sekitar 250 orang, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi kesehatan yang praktis, mudah dipahami, dan dapat diterapkan secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan akses terhadap edukasi diharapkan mampu mendorong pasien untuk lebih disiplin dalam melakukan perawatan kaki sehingga risiko komplikasi dapat ditekan sejak dini.

Melalui inovasi SI PADEK, RSUD M. Natsir berharap dapat terus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan komplikasi Diabetes Mellitus melalui edukasi yang mudah diakses dan berbasis teknologi. Inovasi ini menjadi salah satu wujud komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inovatif, edukatif, serta berorientasi pada keselamatan, kemandirian, dan peningkatan kualitas hidup pasien.

Sumber: Admin RSUDMNATSIR

Bagikan:
Kembali ke Daftar Berita
IGD 24 Jam